top of page

White Sapphire®: Peningkatan SPF yang Perlu Diketahui Setiap Formulator


Jika Anda memformulasikan produk dengan zinc oxide, White Sapphire dapat meningkatkan SPF tanpa perlu menaikkan konsentrasi zinc. Berikut cara kerjanya.



Mekanisme Peningkatan SPF


White Sapphire meningkatkan transmitansi cahaya difus pada formulasi. Transmitansi difus menyebarkan cahaya ke berbagai arah, bukan membiarkannya melewati secara langsung. Dalam formulasi tabir surya, hal ini memperpanjang jalur tempuh foton UV melalui produk, memberikan lebih banyak kesempatan bagi bahan aktif zinc oxide untuk mencegat serta menyerap atau menyebarkan foton tersebut sebelum mencapai kulit.


White Sapphire tidak menyerap radiasi UV secara langsung. Perannya adalah meningkatkan kerapatan optik matriks formulasi dengan cara yang mendukung bahan aktif zinc oxide. Efek ini didukung oleh paten provisional yang mencakup kombinasi White Sapphire dengan zinc oxide ZinClear XP dalam formulasi tabir surya dan kosmetik



Performa dalam Produk Tabir Surya Jadi


Kemampuan peningkatan SPF telah dibuktikan pada tabir surya SPF 50+ yang menggabungkan White Sapphire bersama zinc oxide. Formulasi tersebut juga menunjukkan performa anti-keringat, hasil dari kemampuan White Sapphire dalam menyerap minyak dan sebum, yang mengurangi kelengketan permukaan dan kerusakan pada sistem berkadar zinc oxide tinggi dalam kondisi panas dan aktivitas fisik.


Dengan demikian, White Sapphire berkontribusi pada formulasi dengan dua cara sekaligus: mendukung output SPF dan meningkatkan profil sensorik serta daya tahan produk jadi. Kedua hal ini biasanya merupakan persyaratan yang saling bertentangan dalam formulasi tabir surya mineral.



Apa Artinya Bagi Formulator


Menyertakan White Sapphire dalam formulasi tabir surya mineral dapat menghasilkan performa SPF di atas yang dapat dicapai oleh konsentrasi zinc oxide saja, sekaligus meningkatkan hasil akhir, sensasi pemakaian, dan daya tahan. Pada sistem dengan kadar zinc oxide yang sudah berada di atau mendekati batas estetika atas, kemampuan ini menjadi sangat berarti.


Baik varian Matte maupun Glow sama-sama memiliki kemampuan peningkatan SPF. Matte adalah pilihan yang lebih kuat untuk sistem tabir surya dry-touch di mana kontrol minyak dan performa anti-keringat menjadi persyaratan utama. Glow cocok untuk tinted SPF dan hibrida tabir surya-complexion di mana kualitas hasil akhir optik menjadi bagian dari proposisi produk. Kadar penggunaan umum berada antara 2% dan 10%. Kedua varian bersertifikat ECOCERT COSMOS Version 4.



Ringkasan Teknis


White Sapphire adalah bahan mineral anorganik (INCI: Alumina atau Synthetic Sapphire, CAS 1344-28-1) yang terdiri dari aluminium oksida dengan kemurnian lebih dari 99,5% dan struktur kristal heksagonal. Kedua varian, Matte dan Glow, bersertifikat ECOCERT COSMOS Version 4 (COSMOS-standard AISBL, 2023) dan terdaftar oleh U.S. FDA sebagai bahan tambahan warna yang dikecualikan dari sertifikasi berdasarkan 21 CFR 73.1010 (U.S. Food and Drug Administration, 2024).


Aktivitas peningkatan SPF bila dikombinasikan dengan zinc oxide ZinClear XP tercakup dalam paten provisional yang dimiliki Advance ZincTek. Mekanismenya bekerja melalui peningkatan transmitansi cahaya difus pada matriks formulasi, memperpanjang jalur tempuh efektif foton UV dan mendukung perilaku penyerapan serta penyebaran dari bahan aktif zinc oxide. Penerapannya pada formulasi SPF 50+ yang terbukti dengan performa anti-keringat telah didokumentasikan. Pengaruh material penyebar sekunder terhadap output SPF dalam sistem tabir surya mineral konsisten dengan prinsip fotofisika yang mengatur interaksi cahaya dalam sistem partikulat (Diffey & Robson, 1989).


Zinc oxide diakui sebagai filter UV Kategori I oleh U.S. FDA di bawah monograf tabir surya OTC, dan disetujui sebagai filter UV di Australia berdasarkan kerangka kerja listed medicines TGA (U.S. Food and Drug Administration, 2021; Therapeutic Goods Administration, 2023).

Parameter fisik utama: luas permukaan BET 4 hingga 7,5 m²/g; penyerapan minyak 50 hingga 100 g/100g; ukuran partikel rata-rata 6,0 hingga 11,0 µm (Matte) dan 4,0 hingga 12,0 µm (Glow); koefisien gesekan 0,25 hingga 0,35. Tidak ada varian yang diklasifikasikan sebagai karsinogenik, mutagenik, atau toksikan organ target spesifik. Aluminium oksida non-nano tidak dianggap terserap secara dermal melalui kulit yang utuh (Scientific Committee on Consumer Safety, 2014).



Referensi

COSMOS-standard AISBL. (2023). COSMOS standard Version 4: Technical guide for cosmetic products. https://cosmos-standard.org/the-cosmos-standard/

Diffey, B.L., & Robson, J. (1989). A new substrate to measure sunscreen protection factors throughout the ultraviolet spectrum. Journal of the Society of Cosmetic Chemists, 40(2), 127–133.

Scientific Committee on Consumer Safety. (2014). Opinion on the safety of aluminium in cosmetic products (SCCS/1525/14). European Commission. https://ec.europa.eu/health/scientific_committees/consumer_safety/docs/sccs_o_153.pdf

Therapeutic Goods Administration. (2023). Safe use of sunscreens. Australian Government Department of Health. https://www.tga.gov.au/resources/explore-topic/sunscreens/safe-use-sunscreens

U.S. Food and Drug Administration. (2021). Sunscreen drug products for over-the-counter human use: Proposed administrative order. https://www.federalregister.gov/documents/2021/09/27/2021-20780/amending-over-the-counter-monograph-m020-sunscreen-drug-products-for-over-the-counter-use-over

U.S. Food and Drug Administration. (2024). Code of Federal Regulations, Title 21, §73.1010: Alumina. https://www.ecfr.gov/current/title-21/chapter-I/subchapter-A/part-73/subpart-A/section-73.1010

 
 
 

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Komentar


bottom of page